Tips-Tips Pernikahan Dini (Persiapan mental)


Ngomong-ngomong soal pernikahan dini nih, ternyata tidak melulu negatif kok, ladies bisa membuat atau mengambil sisi positifnya dengan mengikuti tips-tips di bawah ini.

Sebelumnya, pernikahan dini memang dianggap kontroversial oleh berbagai pihak, salah satunya oleh pihak yang menantang adanya pernikahan dini tersebut karena alasan fisik dan psikis pelaku yang belum siap menerima keadaan tersebut.

Reaksinya akan berbeda, contohnya mereka akan merasa kaget, tentang kehidupan pernikahan yang mereka hadapi dan itu masih baru. Selain itu, reaksi masyarakat yang berlebih juga akan mempengaruhi kondisi psikis pelaku pernikahan dini.

Sebagai masyarakat modern yang fleksibel dan bisa berfikir secara luas, maka pernikahan dini bukanlah hal buruk. Selain itu, pernikahan adalah hak setiap manusia.

1. Membagi waktu, bila akan menikah, Ladies harus memahami bahwa bila sudah menikah, segala hal yang berbau bersenang-senang harus dikurangi, jadi membagi waktu adalah tips pertama.

2. Pemenuhan kebutuhan hidup. Nah, untuk yang ini benar-benar harus dipikirkan matang Ladies, karena ini menyangkut kelangsungan hidup keluarga baru anda.

3. Campur tangan kedua belah pihak. Hal ini merupakan penentu bahwa pernikahan dini ini sah secara dua pihak keluarga yang saling menyetujui. Bila tidak, mental kedua pelaku pernikahan dini dipertaruhkan, karena bila keluarga dari dua belah pihak sudah setuju, maka bila ada yang melontarkan opini negatif, keluarga sudah bisa membela secara sah.

4. Komunikasi dan saling mengerti merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Hendaknya suami dan istri yang masuk di dalam pernikahan usia muda dapat saling memahami satu sama lain. Karena bila sudah menikah dan mereka menghadapi hal yang baru, mereka dapat menghadapinya secara bersama-sama.