Anggapan soal pernikahan dimata kebanyakan wanita di usia 20 tahunan


Banyak wanita yang sudah menginjak kepala dua memikirkan nasibnya soal pernikahanya. Mau soal pernikahan ataupun jodoh seperti apa, hal hal itulah yang biasanya menghantui fikiranya. Untuk rencana rencananya mereka sudah mulai menemukan titik terang. Namun kalaupun apa yang dilakukan belum sesuai dengan rencana, setidaknya masih punya waktu dan kesempatan untuk rencana yang lainya. Tidak semua nya siap di usia 20 an. Ada yang sudah siap dan ada yang masih santai saja. Untuk hal yang menyangkut tentang pernikahan, mungkin beberapa hal yang terinspirasi dari artikel Hipwee ini yang ada dibenak mereka.

 

1. Menikah itu membuat hal yang diinginkan bersama pasangan sudah tidak ada larangan lagi.

Pernikahan bukan final dari sebuah hubungan, namun merupakan awal kehidupan dari hakikat sebuah hubungan yang sederhana. Kebanyakan, wanita diusia 20 tahunan akan berpikir yang enak-enak saja dalam pernikahan. Tidak ada lagi batasan antara dia dan pria yang sudah sah jadi suami. Karena hubungan yang sudah sah di mata agama dan negara. Jadi setidaknya menghindarkan mereka dari pergaulan bebas. Tapi jika kita bisa berfikir lebih dalam lagi, apakah pernikahan cuma sebatas melakukan hubungan suami istri secara legal dan halal?

 

2. Untuk membeli kebutuhan pribadi wanita, setiap bulan ada yang memberi nafkah.

Nafkah merupakan sebuah tugas dan kewajiban suami yang harus diberikan kepada istri, entah itu untuk keperluan rumah tangga atau keperluan pribadi istri. Nah kebanyakan dari wanita umur sekian kalau sudah dijatah per bulan bisa bebas membeli apapun yang dimau. Mau peralatan makeup, fashion terbaru ataupun kebutuhan lainya. Namun akan tiba masanya ketika sang istri sudah memiliki buah hati, kebiasaan kebiasaanya dulu memanjakan diri sudah tergusur untuk memprioritaskan kebutuhan sang buah hati tercinta. Dan mulai mengatur kebutuhan kebutuhan lainya juga.

 

3. Menikah berarti harus berbagi cinta, kasih dan sayang untuk orang yang sama dan untuk selamanya.

Dengan demikian, makna menikah itu si wanita dan pasanganya harus membuat komitmen yang jauh lebih serius daripada saat masih pacaran. Saat pacaran, boleh saja merasa bosan dan pergi meninggalkan. Tapi ketika menikah, kamu harus menghabiskan sisa umurmu bersama dia. Setiap hari belajar mencintai orang yang sama berkali-kali. Sekalipun kamu tahu sisi terlemah dari dia.

 

4. Setelah menyandang status menjadi seorang istri, berarti jadwal hangout harus dikorbankan untuk mengurus rumah tangga.

Sekilas jika dibayangkan, rasanya sangat mengerikan, yang dulu bebas hangout kemana mana bareng temen atau pacar, namun setelah menikah dan menyandang status menjadi seorang istri kebiasaan itu mau tidak mau harus dirubah, bukan cafe, atau mall ataupun tempat hangout lagi yang wajib dikunjungi bareng, tetapi setelah menikah,rumah, suami dan anak terawat dengan baik sudah lebih dari cukup.

 

5. Dibalik masa yang indah bersama pasangan pasca menikah, terdapat modal yang besar untuk mensukseskanya

Bukan hanya sekedar modal dalam hal finansial untuk terselenggaranya pernikahan dan resepsi yang sesuai impian, tapi juga modal lainya perlu dipersiapkan dengan baik baik dalam membangun hidup berdua. untuk modal finansial, ada biaya yang perlu dibayar bahkan setelah pesta pernikahanmu selesai. Sebagai seorang wanita, akan banyak keahlian yang dituntut untuk bisa kamu kuasai sebagai seorang istri. Di saat yang bersamaan kamu harus bisa menjadi istri yang lembut ketika merawat suami yang kelelahan sepulang kerja, sekaligus menjadi perempuan tangguh yang bisa mengatasi permasalahan rumah tangga seorang diri.

 

6. Biasanya, wanita berusia 20 tahunan kadang kepingin buru menikah, tetapi ketika dipikirkan makin banyaknya pertimbangan jadi membuatnya berfikir ulang

Seringnya hanya tenggelam pada bayangan indah soal pernikahan saja. Membuat wanita di usia 20 tahunan awal menjadikan pasangan muda yang menikah cepat sebagai relationship goal. Belum lagi tayangan yang sering mereka tonton seputar pasangan muda yang baru menikah terlihat sweet sekali. Seakan konsep ‘dunia hanya milik berdua’ memang benar adanya.